Jumat, 23 November 2018

PEMUDA DAN AYAHNYA YANG MENJADI KELEDAI

Abdullah al-Mubarok keluar dari rumahnya untuk menunaikan ibadah haji. Di sana ia melihat seorang pemuda selalu membaca solawat di setiap tempat dan waktu.
“Anak muda, setiap tempat ada bacaannya sendiri. Kenapa engkau membaca solawat saja?” Tanya al-Mubarok.
“Wahai Tuan, saya meninggalkan Khurasan untuk menunaikan haji bersama ayah saya. Ketika sampai di Kufah, tiba-tiba ayah saya sakit keras lalu meninggal. Dengan kain yang ada, saya tutupi wajahnya. Saat saya buka, rupa wajah ayah saya telah menjadi keledai. Saya malu, bagaimana saya memberitahu orang-orang tentang kematian ayah saya sedangkan wajahnya buruk sekali? Saya terduduk di sisi jenazahnya dalam ke
bingungan. Akhirnya saya tertidur dan bermimpi. Seorang pria tampan dan bersinar menghampiri saya seraya berkata, “Mengapa kamu gelisah?”
"Bagaimana tidak, ayah saya orang yang paling saya sayangi, sementara keadaannya buruk?" Jawab saya.
Pria itu pun mendekati ayah saya, mengusap wajahnya dan seketika berubah kembali ke sediakala. Saya segera mendekati ayah saya dan melihat ada cahaya dari wajahnya seperti bulan purnama.
“Engkau siapa?” Tanya saya kepada
pria yang baik itu.
“Saya al-Musthofa (Muhammad).” Jawab pria tersebut.
Saya lantas memegang jarinya dan berkata, “Wahai Rasulullah
, beritahulah saya dengan yang terjadi!”
“Ayahmu seorang pemakan harta riba. Allah telah menetapkan balasannya yaitu wajahnya menjadi wajah keledai. Tapi karena ayahmu selalu membaca solawat sebanyak seratus kali sebelum tidur, maka aku memohon kepada Allah agar Dia mengizinkanku memberi syafaat kepadanya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar