Jumat, 30 November 2018

Penggunaan TIK dalam Pembelajaran PAI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di era globalisasi seperti saat ini, segala aspek kehidupan manusia tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk lembaga pendidikan. Teknologi tersebut dimanfaatkan masyarakat sekolah untuk mengolah data, kegiatan pembelajaran, dan lain-lain.
Bagi seorang pendidik, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi adalah sebuah keharusan karena akan memberikan kemudahan dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik sehingga tujuan pendidikan bisa dicapai lebih mudah. Misalnya, ketika pendidik ingin membuat dokumen berupa surat resmi, booklet, brosur, dan laporan ia bisa memanfaatkan Microsoft Word. Saat pendidik akan menghitung, memproyeksi, menganalisa dan mempresentasikan data dalam bentuk table, ia bisa menggunakan Microsoft Excel. Saat pendidik ingin mneggunakan slide, teks, gambar, dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang dalam kegiatan pembelajaran, maka ia dapat memanfaatkan Power Point. Internet memungkinkan pendidik dan peserta didik memiliki sumber belajar yang banyak dan luas, pembelajaran bisa dilakukan kapan dan di mana saja tanpa perlu bertatap muka.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.        Apa relevansi penggunaan TIK dalam pembelajaran PAI?
2.        Apa kontribusi TIK pada lembaga pendidikan?
3.        Apa kelebihan dan kelemahan TIK dalam  pembelajaran?
4.        Bagaimana pemanfaatan Microsoft Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI?
C.   Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1.        Mengetahui relevansi penggunaan TIK dalam pembelajaran PAI.
2.        Mengetahui kontribusi TIK pada lembaga pendidikan.
3.        Mengetahui kelebihan dan kelemahan TIK dalam  pembelajaran.
4.        Mengetahui pemanfaatan Microsoft Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI.





BAB II
PEMBAHASAN

A.      Relevansi Penggunaan TIK dalam Pembelajaran PAI
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri dari dua prasa, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi yang masing-masing memiliki pengertian berbeda. “Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas”.[1]. 
Oleh karena itu, teknologi informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi. Teknologi informasi ini berkembang pesat dengan dikembangkannya satelit komunikasi dan serat kaca (fiber optics) yang mampu mentransmisikan pulsa dengan kecepatan cahaya.
Sementara teknologi komunikasi memiliki arti teknologi yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu ke perangkat yang lainnya.[2]
Menurut Barney, teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain.[3]
Dengan kata lain, teknologi komunikasi adalah alat yang digunakan setiap individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya melalui proses pengumpulan informasi dan mendistribusikannya.
Abdul Kadir dalam kamus Oxford menuliskan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar. Sedangkan menurut Alter teknologi informasi dan komunikasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.[4]
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi menekankan pada bagaimana informasi diperoleh. Sementara teknologi komunikasi menitikberatkan pada bagaimana informasi tersebut didistribusikan ke tempat tujuan.
Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh terhadap bidang pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Pengaruh ini berdampak adanya pergeseran terhadap proses pembelajaran itu sendiri. TIK sebagai media pendidikan direalisasikan dengan menggunakan alat-alat informasi dan komunikasi seperti komputer, internet,e-mail dan alat teknologi digital lainnya.
Dengan adanya teknologi ini memungkinkan pendidik dan peserta didik berinteraksi tidak hanya dalam satu ruang saja, tetapi juga dengan jarak yang terpisah jauh sekalipun. Selain itu peserta didik tidak hanya akan mendapatkan sumber belajar dari pendidik saja tetapi juga dapat memperolehnya dari sumber-sumber lain yang lebih banyak, valid, dan dapat dipercaya. Pendidikan ini disebut dengan pendidikan virtual atau e-learning yaitu suatu metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi internet.
Kenyataan tersebut tentu memiliki relevansi dengan pembelajaran PAI, di mana eksistensi PAI sebagai unsur penting dalam upaya membangun karakter religitas dan sosial peserta didik perlu didukung dengan kemampuan pendidik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
B.       Kontribusi TIK pada Lembaga Pendidikan
Keberhasilan pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh karakteristik guru-guru yang akan terlibat dalam pemanfaatan internet. Implikasi teori dan model-model komunikasi dalam teknologi pembelajaran telah mengubah peran guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari:
1.      Sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, sumber segala   jawaban, menjadi fasilitator pembelajaran, dan mitra belajar.
2.     Dari pengendali segala aspek pembelajaran menjadi lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab pada setiap peserta didik dalam proses pembelajaran.
Sementara itu peran peserta didik dalam pembelajaran juga mengalami perubahan, yaitu:
1.        Dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan yang aktif dalam proses pembelajaran.
2.        Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan berbagai pengetahuan.
3.        Dari pembelajaran sebagai aktivitas individual menjadi pembelajaran berkolaborasi dengan peserta didik lainnya.
Baik secara nasional, regional, maupun global pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi ini berperan sebagai pemandu proses pendidikan, yang selanjutnya adalah bagaimana kita mampu menciptakan inovasi-inovasi dari teknologi komunikasi menjadi suatu model bagi penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan agar lebih baik.
Teknologi informasi harus mengambil peran sentral dalam upaya mengembangkan pendidikan, baik itu proses pendidikan formal maupun pelatihan. Pemanfaatan teknologi informasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas jangkauan akses layanan pendidikan. Demikian pula pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi informasi untuk pelatihan bagi berbagai kelompok masyarakat, misalnya usaha kecil dan menengah, birokrasi pada pemerintah daerah, guru dan dosen dan lain-lain.
Menurut Fryer, ada dua macam pendekatan yang dapat dilakukan guru dalam memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi yaitu: pendekatan topik dan pendekatan software.
1.        Pendekatan topik (theme-centered approach)
Pada pendekatan ini topik atau satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Adapun langkah yang dilakukan dalam pemanfaatannya adalah: a) menentukan topik; b) menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; c) menentukan aktivitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi.
2.        Pendekatan software (software-centered approach)
Pada pendekatan ini, langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka guru dapat merencanakan strategi pemebelajaran yang relevan untuk suatu topik pembelajaran tertentu.[5]
Darmawan mengemukakan bahwa TIK dalam pembelajaran memiliki manfaat, antara lain untuk:
1.        Akses perpustakaan.
2.        Akses pakar .
3.        Melaksanakan kuliah secara on line.
4.        Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan.
5.        Menyediakan fasilitas mesin pencari data.
6.        Menyediakan fasilitas diskusi.
7.        Menyediakan fasilitas kerjasama.[6]
Secara spesifik, terdapat enam peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain:
1.        TIK sebagai skill dan kompetensi
Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
2.        TIK sebagai infrastruktur pembelajaran
a.         Tersedianya bahan ajar dalam format digital
b.         The network is the school.
c.         Belajar dimana saja dan kapan saja
3.        TIK sebagai sumber bahan ajar
a.         Ilmu berkembang dengan cepat.
b.         Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia.
c.         Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu.
d.        Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.
e.         Tanpa teknologi, pembelajaran yang  up-to-date membutuhkan waktu yang lama.
4.        TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembejalaran
a.         Penyempaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata.
b.      Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
c.         Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri.
d.        Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru.
e.         Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas.
5.    TIK sebagai sistem pendukung keputusan
a.         Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran.
b.         Guru meningkatkan kompetendinya pada berbagai bidang ilmu.
c.         Profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.[7]
C.      Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan tugasnya. Namun, tidak semua kemajuan tersebut berdampak positif, tetapi juga membawa dampak negatif bagi manusia. Berikut kelebihan dan kekurangan penggunaan TIK dalam pembelajaran.
1.        Keuntungan:
a.         Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan.
b.         Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
c.      Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d.   Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
2.        Kerugian:
a.   Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b.      Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
c.   Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).[8]
D.      Pemanfaatan Microsoft Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI
1.    Pemanfaatan Microsoft Word
Microsoft Word digunakan untuk membantu pembuatan dokumen berupa laporan ataupun makalah. Dalam dunia pendidikan, manfaat yang didapat dari program ini adalah:
a.         Membuat surat resmi yang rapi dan terstandar menggunakan fasilitas template yg telah tersedia.
b.     Membuat rancangan buku (booklet) dengan mudah tanpa perlu memikirkan halaman mana saja yang harus berada pada lembar yg sama.
c.         Memudahkan membuat brosur berlipat tanpa harus membagi bidang secara manual.
d.  Memudahkan membuat surat yg sama dengan alamat tujuan yang berbeda-beda dengan menggunakan fasilitas mail merge.
e.         Membuat laporan yang menarik menjadi lebih mudah.
2.    Pemanfaatan Excel
Microsoft excel merupakan program aplikasi spreadsheet (lembar kerja elektronik) canggih yang paling populer dan paling banyak digunakan saat ini. Excel akan sangat membantu kita dalam hal menghitung, memproyeksi, menganalisa dan mampu mempresentasikan data dalam bentuk tabel dengan berbagai jenis tabel yang disediakannya, mulai dari bentuk bar, grafik, pie, line dan banyak lagi. Manfaat excel dalam pendidikan adalah:
§       Dengan adanya berbagai rumus formula yang ditawarkan, tentu akan memudahkan kita untuk membuat rumus yang sulit dan variatif
§      Fitur grafik data pada microsoft excel ini memberikan kemudahan dalam proses penganalisaan data dalam bentuk table maupun grafik
§        Jika terjadi kesalahan penghitungan pada tahapan tertentu dapat diketahui secara mudah menggunakan fasilitas trace error.
§       Jumlah baris dan kolom yang sangat banyak pada microsoft excel ini akan memudahkan kita ketika menginput data dalam jumlah yang sangat banyak.
3.        Pemanfaatn Power Point
Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud, terdiri dari slide, teks, gambar dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat kita buat tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan kita. Penggunaan program ini memiliki banyak kegunaan diantaranya:
a.    Siswa akan lebih memperhatikan selama proses pembelajaran karena model pembelajaran yang menarik.
b.         Siswa akan lebih mudah mengingat materi yang diberikan guru.
c.         Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi karena sudah diatur menggunakan slide-slide.
d.        Selama proses pembelajaran tidak akan membosankan karena penyampaiannya lebih interaktif dan menarik.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan manfaat dan kemudahan dalam dunia pendidikan. Manfaat tersebut berupa kemudahan dalam proses pembelajaran melalui penggunaan alat-alat informasi dan komunikasi seperti komputer, internet,e-mail dan alat teknologi digital lainnya. Teknologi ini memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran menembus ruang dan waktu tidak terbatas dalam satu ruang saja. Juga memudahkan peserta didik untuk memperoleh sumber belajar yang luas, valid, dan dapat dipercaya. Model pendidikan ini disebut dengan pendidikan virtual atau e-learning yaitu suatu metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi internet.
B.       Saran
Terlepas dari manfaat TIK tentu tidak akan ada artinya jika seorang pendidik tidak mampu menggunakan dan mengikuti perkembangannya. Hal ini mungkin saja terjadi jika tidak ada kemauan dari dirinya dan dukungan dari pihak terkait., seperti pemerintah, kepala sekolah, dan masyarakat. Karena itu kami memberikan saran sebagai berikut:
1.        Pendidik adalah ujung tombak penggali potensi peserta didik, karena itu wajib atasnya menguasai segala media pendukungnya termasuk TIK.
2.    Pemerintah agar melaksanakan amanat Undang-Undang dengan mengalokasikan 20 % APBN untuk pendidikan, ini termasuk pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran tecnological di setiap sekolah.
3.  Kepala sekolah agar memfasilitasi guru untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mengajarnya melalui pembinaan-pembinaan berjenjang.
4.        Masyarakat dapat berkontribusi kepada sekolah baik pikiran, tenaga, maupun materi.




DAFTAR PUSTAKA

Chaeruman, Uwes A., Mendorong Pemanfaatan E-Learning di Sekolah. Jakarta: Makalah Seminar Nasional The Power Of ICT In Education, 2008.
Darin, Communication Technology. (Canada: UBC Press, 2005).
Darmawan, Deni, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012).
Munir, Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era Globalisasi Pendidikan Indonesia, (Bandung: Alfabeta, 2012).
Nasution, Teknologi Pendidikan, (Bandung: Bumi Aksara, 2011).
Uno, Hamzah B., Profesi Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009).
Wardiana, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. Bandung: Pameran Teknologi Informasi, 2002.





[1]Wardiana, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. Bandung: Pameran Teknologi Informasi, 2002, hlm. 135.
[2] Nasution, Teknologi Pendidikan, (Bandung: Bumi Aksara, 2011), hlm. 1.
[3] Darin, Communication Technology. (Canada: UBC Press, 2005)
[4] Munir, Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era Globalisasi Pendidikan Indonesia, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 31.
[5] Chaeruman, Uwes A., Mendorong Pemanfaatan E-Learning di Sekolah. Jakarta: Makalah Seminar Nasional The Power Of ICT In Education, 2008, hlm. 7.
[6] Darmawan, Deni, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 7.
[7] Hamzah B.Uno, Profesi Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 98.