Penggunaan TIK dalam Pembelajaran PAI
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Di era globalisasi seperti saat ini, segala aspek kehidupan
manusia tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, termasuk lembaga pendidikan. Teknologi tersebut dimanfaatkan
masyarakat sekolah untuk mengolah data, kegiatan pembelajaran, dan lain-lain.
Bagi seorang pendidik, penguasaan teknologi informasi dan
komunikasi adalah sebuah keharusan karena akan memberikan kemudahan dalam
menyampaikan materi ajar kepada peserta didik sehingga tujuan pendidikan bisa
dicapai lebih mudah. Misalnya, ketika pendidik ingin membuat dokumen berupa
surat resmi, booklet, brosur,
dan laporan ia bisa memanfaatkan Microsoft Word. Saat
pendidik akan menghitung,
memproyeksi, menganalisa dan mempresentasikan data dalam bentuk table,
ia bisa menggunakan Microsoft Excel. Saat pendidik ingin mneggunakan slide, teks,
gambar, dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang
dalam kegiatan pembelajaran, maka ia dapat memanfaatkan Power
Point. Internet memungkinkan pendidik dan peserta didik memiliki sumber
belajar yang banyak dan luas, pembelajaran bisa dilakukan kapan dan di mana
saja tanpa perlu bertatap muka.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.
Apa relevansi penggunaan TIK
dalam pembelajaran PAI?
2.
Apa kontribusi TIK pada lembaga pendidikan?
3.
Apa kelebihan dan kelemahan TIK dalam pembelajaran?
4.
Bagaimana pemanfaatan Microsoft
Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1.
Mengetahui relevansi penggunaan
TIK dalam pembelajaran PAI.
2.
Mengetahui kontribusi TIK pada lembaga
pendidikan.
3.
Mengetahui kelebihan dan kelemahan TIK
dalam pembelajaran.
4.
Mengetahui pemanfaatan Microsoft
Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Relevansi
Penggunaan TIK dalam Pembelajaran PAI
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
terdiri dari dua prasa, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi yang
masing-masing memiliki pengertian berbeda. “Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah,
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas”.[1].
Oleh karena itu, teknologi
informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola informasi dalam
arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi. Teknologi
informasi ini berkembang pesat dengan dikembangkannya satelit komunikasi dan
serat kaca (fiber optics) yang mampu mentransmisikan pulsa dengan
kecepatan cahaya.
Sementara teknologi komunikasi
memiliki arti teknologi yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu
ke perangkat yang lainnya.[2]
Menurut Barney, teknologi
komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware)
dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan
setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan
individu-individu lain.[3]
Dengan kata lain, teknologi
komunikasi adalah alat yang digunakan setiap individu untuk berinteraksi dengan
individu lainnya melalui proses pengumpulan informasi dan mendistribusikannya.
Abdul Kadir dalam kamus Oxford
menuliskan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah studi atau
penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan,
menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata,
bilangan dan gambar. Sedangkan menurut Alter teknologi informasi dan
komunikasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu
atau sejumlah tugas pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan,
menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.[4]
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
teknologi informasi menekankan pada bagaimana informasi diperoleh. Sementara
teknologi komunikasi menitikberatkan pada bagaimana informasi tersebut
didistribusikan ke tempat tujuan.
Perkembangan TIK
telah memberikan pengaruh terhadap bidang pendidikan khususnya dalam proses
pembelajaran. Pengaruh ini berdampak adanya pergeseran terhadap proses
pembelajaran itu sendiri. TIK sebagai media pendidikan direalisasikan dengan
menggunakan alat-alat informasi dan komunikasi seperti komputer, internet,e-mail dan alat teknologi digital lainnya.
Dengan adanya
teknologi ini memungkinkan pendidik dan peserta didik berinteraksi tidak hanya
dalam satu ruang saja, tetapi juga dengan jarak yang terpisah jauh sekalipun.
Selain itu peserta didik tidak hanya akan mendapatkan sumber belajar dari
pendidik saja tetapi juga dapat memperolehnya dari sumber-sumber lain yang lebih
banyak, valid, dan dapat dipercaya. Pendidikan ini disebut dengan pendidikan virtual
atau e-learning yaitu suatu metode pembelajaran dengan menggunakan
teknologi komunikasi dan informasi internet.
Kenyataan
tersebut tentu memiliki relevansi dengan pembelajaran PAI, di mana eksistensi
PAI sebagai unsur penting dalam upaya membangun karakter religitas dan sosial
peserta didik perlu didukung dengan kemampuan pendidik memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi tersebut.
B. Kontribusi
TIK pada Lembaga Pendidikan
Keberhasilan
pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh
karakteristik guru-guru yang akan terlibat dalam pemanfaatan internet.
Implikasi teori dan model-model komunikasi dalam teknologi pembelajaran telah
mengubah peran guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Peran guru telah
berubah dari:
1. Sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama
informasi, sumber segala jawaban,
menjadi fasilitator pembelajaran, dan mitra belajar.
2. Dari pengendali segala aspek pembelajaran
menjadi lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab pada setiap
peserta didik dalam proses pembelajaran.
Sementara itu
peran peserta didik dalam pembelajaran juga mengalami perubahan, yaitu:
1.
Dari penerima informasi yang pasif menjadi
partisipan yang aktif dalam proses pembelajaran.
2.
Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi
menghasilkan berbagai pengetahuan.
3.
Dari pembelajaran sebagai aktivitas individual
menjadi pembelajaran berkolaborasi dengan peserta didik lainnya.
Baik secara
nasional, regional, maupun global pengembangan dan pemanfaatan teknologi
komunikasi ini berperan sebagai pemandu proses pendidikan, yang selanjutnya
adalah bagaimana kita mampu menciptakan inovasi-inovasi dari teknologi
komunikasi menjadi suatu model bagi penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan
agar lebih baik.
Teknologi
informasi harus mengambil peran sentral dalam upaya mengembangkan pendidikan,
baik itu proses pendidikan formal maupun pelatihan. Pemanfaatan teknologi
informasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas jangkauan
akses layanan pendidikan. Demikian pula pendidikan jarak jauh yang
memanfaatkan teknologi informasi untuk pelatihan bagi berbagai kelompok
masyarakat, misalnya usaha kecil dan menengah, birokrasi pada pemerintah
daerah, guru dan dosen dan lain-lain.
Menurut Fryer,
ada dua macam pendekatan yang dapat dilakukan guru dalam memanfaatkan atau menerapkan
teknologi informasi yaitu: pendekatan topik dan pendekatan software.
1.
Pendekatan topik (theme-centered approach)
Pada pendekatan
ini topik atau satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Adapun langkah yang
dilakukan dalam pemanfaatannya adalah: a) menentukan topik; b) menentukan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai; c) menentukan aktivitas pembelajaran
dengan memanfaatkan teknologi informasi.
2.
Pendekatan software (software-centered
approach)
Pada pendekatan ini, langkah pertama dimulai dengan
mengidentifikasi teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka
guru dapat merencanakan strategi pemebelajaran yang relevan untuk suatu topik
pembelajaran tertentu.[5]
Darmawan mengemukakan bahwa TIK dalam pembelajaran memiliki
manfaat, antara lain untuk:
1.
Akses perpustakaan.
2.
Akses pakar .
3.
Melaksanakan kuliah secara on
line.
4.
Menyediakan layanan informasi
akademik suatu institusi pendidikan.
5.
Menyediakan fasilitas mesin
pencari data.
6.
Menyediakan fasilitas diskusi.
7.
Menyediakan fasilitas kerjasama.[6]
Secara spesifik, terdapat enam peranan TIK dalam bidang
pendidikan, antara lain:
1.
TIK sebagai skill dan kompetensi
Penggunaan TIK harus proporsional
maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan
porsinya masing-masing.
2.
TIK sebagai infrastruktur
pembelajaran
a.
Tersedianya bahan ajar dalam
format digital
b.
The network is the school.
c.
Belajar dimana saja dan kapan
saja
3.
TIK sebagai sumber bahan ajar
a.
Ilmu berkembang dengan cepat.
b.
Guru-guru hebat tersebar di
seluruh penjuru dunia.
c.
Buku dan bahan ajar diperbaharui
secara kontinyu.
d.
Inovasi memerlukan kerjasama
pemikiran.
e.
Tanpa teknologi, pembelajaran
yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama.
4.
TIK sebagai alat bantu dan
fasilitas pembejalaran
a.
Penyempaian pengetahuan mempertimbangkan
konteks dunia nyata.
b. Memberikan ilustrasi berbagai
fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
c.
Pelajar melakukan eksplorasi
terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri.
d.
Akuisisi pengetahuan berasal dari
interaksi mahasiswa dan guru.
e.
Rasio antara pengajar dan peserta
didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas.
5. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
a.
Tiap individu memiliki karakter
dan bakat masing-masing dalam pembelajaran.
b.
Guru meningkatkan kompetendinya pada berbagai bidang ilmu.
C. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis
TIK
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena
dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan tugasnya.
Namun, tidak semua kemajuan tersebut berdampak positif, tetapi juga membawa
dampak negatif bagi manusia. Berikut kelebihan dan kekurangan penggunaan TIK
dalam pembelajaran.
1.
Keuntungan:
a.
Informasi yang
dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan.
b.
Inovasi dalam
pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang
semakin memudahkan proses pendidikan.
c. Kemajuan TIK
juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang
berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta
didik berada dalam satu ruangan.
d. Sistem
administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar
karena penerapan sistem TIK.
2.
Kerugian:
a. Kemajuan TIK
juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang
yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b. Walaupun
sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa
celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem
tersebut akan berakibat fatal.
c. Salah satu
dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan
berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).[8]
D.
Pemanfaatan
Microsoft Word, Excel, dan Power Point dalam Pembelajaran PAI
1. Pemanfaatan Microsoft Word
Microsoft Word digunakan untuk membantu pembuatan
dokumen berupa laporan ataupun makalah. Dalam dunia pendidikan, manfaat yang
didapat dari program ini adalah:
a.
Membuat surat resmi yang rapi dan terstandar menggunakan
fasilitas template yg telah tersedia.
b. Membuat rancangan buku (booklet) dengan mudah
tanpa perlu memikirkan halaman mana saja yang harus berada pada lembar yg sama.
c.
Memudahkan membuat brosur berlipat tanpa harus membagi
bidang secara manual.
d. Memudahkan membuat surat yg sama dengan alamat tujuan
yang berbeda-beda dengan menggunakan fasilitas mail merge.
e.
Membuat laporan yang menarik menjadi lebih mudah.
2. Pemanfaatan Excel
Microsoft excel merupakan program aplikasi spreadsheet
(lembar kerja elektronik) canggih yang paling populer dan paling banyak
digunakan saat ini. Excel akan sangat membantu kita dalam hal
menghitung, memproyeksi, menganalisa dan mampu mempresentasikan data dalam
bentuk tabel dengan berbagai jenis tabel yang disediakannya, mulai dari bentuk bar,
grafik, pie, line dan banyak lagi. Manfaat excel dalam pendidikan
adalah:
§ Dengan adanya berbagai rumus
formula yang ditawarkan, tentu akan memudahkan kita untuk membuat rumus yang
sulit dan variatif
§ Fitur grafik data pada microsoft
excel ini memberikan kemudahan dalam proses penganalisaan data dalam bentuk
table maupun grafik
§ Jika terjadi kesalahan penghitungan
pada tahapan tertentu dapat diketahui secara mudah menggunakan fasilitas trace
error.
§ Jumlah baris dan kolom yang sangat
banyak pada microsoft excel ini akan memudahkan kita ketika menginput
data dalam jumlah yang sangat banyak.
3.
Pemanfaatn
Power Point
Pada prinsipnya program
ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan operasionalnya. Unsur
rupa yang dimaksud, terdiri dari slide, teks, gambar dan bidang-bidang warna
yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa
tersebut dapat kita buat tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu
sesuai keinginan kita. Penggunaan program ini memiliki banyak kegunaan
diantaranya:
a. Siswa akan lebih
memperhatikan selama proses pembelajaran karena model pembelajaran yang
menarik.
b.
Siswa akan lebih mudah
mengingat materi yang diberikan guru.
c.
Guru lebih mudah dalam
menyampaikan materi karena sudah diatur menggunakan slide-slide.
d.
Selama proses pembelajaran
tidak akan membosankan karena penyampaiannya lebih interaktif dan menarik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan manfaat dan kemudahan dalam
dunia pendidikan. Manfaat tersebut berupa kemudahan dalam proses pembelajaran
melalui penggunaan alat-alat informasi
dan komunikasi seperti komputer, internet,e-mail dan alat teknologi digital lainnya. Teknologi ini
memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran
menembus ruang dan waktu tidak terbatas dalam satu ruang saja. Juga memudahkan
peserta didik untuk memperoleh sumber belajar yang luas, valid, dan dapat
dipercaya. Model pendidikan ini disebut dengan pendidikan virtual
atau e-learning yaitu suatu metode pembelajaran dengan menggunakan
teknologi komunikasi dan informasi internet.
B. Saran
Terlepas dari manfaat TIK tentu tidak akan ada
artinya jika seorang pendidik tidak mampu menggunakan dan mengikuti
perkembangannya. Hal ini mungkin saja terjadi jika tidak ada kemauan dari
dirinya dan dukungan dari pihak terkait., seperti pemerintah, kepala sekolah,
dan masyarakat. Karena itu kami memberikan saran sebagai berikut:
1.
Pendidik adalah ujung tombak penggali potensi
peserta didik, karena itu wajib atasnya menguasai segala media pendukungnya
termasuk TIK.
2. Pemerintah agar melaksanakan amanat
Undang-Undang dengan mengalokasikan 20 % APBN untuk pendidikan, ini termasuk
pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran tecnological di setiap sekolah.
3. Kepala sekolah agar memfasilitasi guru untuk
mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mengajarnya melalui
pembinaan-pembinaan berjenjang.
4.
Masyarakat dapat berkontribusi kepada sekolah
baik pikiran, tenaga, maupun materi.
DAFTAR PUSTAKA
Chaeruman, Uwes
A., Mendorong Pemanfaatan E-Learning di Sekolah. Jakarta: Makalah Seminar
Nasional The Power Of ICT In Education, 2008.
Darin, Communication Technology.
(Canada: UBC Press, 2005).
Darmawan, Deni, Teknologi
Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012).
Munir, Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era
Globalisasi Pendidikan Indonesia, (Bandung: Alfabeta, 2012).
Nasution, Teknologi
Pendidikan, (Bandung: Bumi Aksara, 2011).
Uno, Hamzah B., Profesi
Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009).
Wardiana, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. Bandung:
Pameran Teknologi Informasi, 2002.
[1]Wardiana, Perkembangan
Teknologi Informasi di Indonesia. Bandung: Pameran
Teknologi Informasi, 2002, hlm. 135.
[4] Munir, Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
dalam Pendidikan di Era
Globalisasi Pendidikan Indonesia, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm.
31.
[5] Chaeruman, Uwes A., Mendorong Pemanfaatan
E-Learning di Sekolah. Jakarta: Makalah Seminar Nasional The Power Of
ICT In Education, 2008, hlm. 7.
[8] https://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/ dikases tanggal 31 Oktober 2018.